Minggu, 24 April 2016

Cerita Hikmah : Dua Saku Yang Berbeda

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Cerita Hikmah : Dua Saku Yang Berbeda


Cerita Hikmah



Alkisah, ada seseorang yang sangat menikmati kebahagiaan dan ketenangan di dalam hidupnya. Orang tersebut mempunyai dua tas. Pada saku yang satu terdapat lubang di bawahnya, tapi pada saku yang lainnya tidak terdapat lubang.
Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah didengarnya seperti makian dan sindiran, ditulisnya di sebuah kertas, digulung kecil, kemudian dimasukkannya ke dalam saku yang berlubang.
Tetapi semua yang indah, benar, dan bermanfaat, ditulisnya di sebuah kertas kemudian dimasukkannya ke dalam saku yang tidak ada lubangnya.
Pada malam hari, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam saku yang tidak berlubang, membacanya, dan menikmati hal-hal indah yang sudah diperolehnya sepanjang hari itu. Kemudian ia merogoh saku yang ada lubangnya, tetapi ia tidak menemukan apa pun.
Maka ia pun tertawa dan tetap bersukacita karena tidak ada sesuatu yang dapat merusak hati dan jiwanya.
***
Sobat… Itulah yang seharusnya kita lakukan dalam kehidupan yang kita jalani ini. Menyimpan semua yang baik di “Saku yang tidak berlubang”, sehingga tidak satupun yang baik akan hilang dari hidup kita.
Sebaliknya, simpanlah semua hal buruk yang terjadi pada kehidupan kita di “Saku yang berlubang”, maka kemudian hal yang buruk itu akan terjatuh dan tidak perlu kita ingat kembali.
Kendati demikan, masih banyak diantara kita yang melakukan hal tersebut berbalik-balik, kita menyimpan semua hal yang baik di “Saku yang berlubang”, dan yang tidak baik di “Saku yang tidak berlubang” (memelihara pikiran-pikiran jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati). Maka ketahuilah sobat, jiwa kita akan menjadi tertekan dan tidak ada gairah dalam menjalani hidup.
Maka dari itu, agar kita bisa menikmati kehidupan yang bahagia dan tenang: janganlah menyimpan apa yang tidak baik di dalam hidup kehidupan kita, biarkan dia sirna jauh dari tatapan mata kita, sehingga tidak satupun dari kita yang tidak merasakan ketenangan spiritual. Mari kita sama-sama menyimpan yang baik-baik agar dapat bermanfaat bagi kita dan umat esok harinya.
Semoga artikel ini dapat memberi hikmah yang baik, untuk bermanfaat bagi kita semua..


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Kisah Suami Tak Terima Istrinya Pelacur

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Kisah Suami Tak Terima Istrinya Pelacur


Kisah Suami Tak Terima Istrinya Pelacur




Seorang istri sesenggukan di hadapan suaminya, sambil berkata lirih: “Mas, tolong mas ya, jangan hukumi aku dengan masa laluku, aku sudah tak di sana lagi. Saat ini aku di sini denganmu untuk meniti jalan menuju masa depan. Dulu saya memang orang tidak benar. Sekarang saya adalah di jalan yang benar dan ingin tetap benar di jalan kebenaran bersama dirimu.”
Sang suami terus saja marah dan merasa tertipu oleh wanita yang dikenalkan temannya, seorang aktifis sebuah majelis pengajian, yang kemudian menjadi istrinya itu. Suaminya kaget dan marah setelah tahu bahwa sang istri adalah mantan “wanita malam” yang dulunya memiliki banyak penggemar. Pikirannya berkecamuk, berdebat sendiri antara menceraikan istrinya dan menerimanya apa adanya.
Teman yang mengenalkannya dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban mengapa memilihkan wanita dengan masa lalu tidak bagus. Temannya menjawab:”Bukan tugasku mengorek masa lalu seseorang, saya tak memiliki data kehidupannya dari waktu ke waktu. Bagiku, orang yang aktif ibadah dan mengaji adalah orang-orang yang memiliki masa depan. Memang baik memiliki istri yang masa lalunya sebaik masa kini dan masa depannya. Namun masih lebih baik wanita dengan masa lalu tak baik tapi masa kini dan depannya baik dibandingkan dengan wanita yang masa lalunya baik namun semakin tua semakin bermasa depan rusak.”
Sang teman itu balik bertanya dari mana si suami itu tahu masa depan istrinya itu. Sang suami kaget dengan pertanyaan tak terduga itu. Gagap dia untuk menjawab namun tak berani dia untuk berbohong. Dia menjawab: “Semalam saya bertemu dengan teman akrab istri saya yang masih ada di kompleks maksiat itu. Setelah saling cerita, barulah saya tahu siapa dulunya istri saya.”
Temannya berkata: “Istrimu masih lebih baik dari dirimu yang masih selalu berbuat dosa. Harusnya istrimu yang menyesal bersuamikan kamu, bukan kamu yang menyesal memperistrikan dia.”
Inilah kehidupan. Kadang kita keras pada orang lain, namun lemah pada diri sendiri. Lebih dari itu ada hikmah di balik kisah ini: “tidak mengetahui semua hal kadang lebih membahagiakan dibandingkan mengetahui segala hal.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!